Dilihat 757 kali, Hari ini 2 kali

11 TAHUN KOMUNITAS BABUJU BERKIPRAH UNTUK DANA MBOJO

(20 Mei 2009 – 20 Mei 2020)

Tak henti-henti nya, kami hantarkan rasa Syukur kehadirat Illahi atas segala Berkah dan Hidayah NYA kepada kami di Civitas Komunitas Babuju, yang hari ini menggenapkan umur berkiprah yang ke 11.

Awalnya, 11 tahun silam, atas kesadaran literasi, beberapa orang yg saat itu rata-rata masih berstatus Mahasiswa, intens diskusi soal kesadaran literasi. Sepakatlah kami untuk membentuk dan membangun sebuah wadah ‘Komunitas Literasi’ yg isinya adalah pemuda dan mahasiswa yang memandang perlu untuk memahami literasi. Pemuda-pemuda itu, kini telah sukses dibidangnya masing-masing tanpa melupakan ‘tempat’ berasal.

Kesepakatan yang Ditandatangani oleh 15 orang itu dilaksanakan pada 20 Mei 2009 malam hari secara sederhana dan dijadikanlah sebagai titik balik lahirnya sebuah Komunitas yang di namai KOMUNITAS BABUJU.

Baca juga : membangkitkan-peternak-lokal-babuju-mandiri-dorong-kelompok-usaha-untuk-produksi-telur-asin

BABUJU sendiri diambil dari nama lama dari Mbojo. Tetapi dapat juga diartikan sebagai gundukan atau tanah yg letaknya lebih tinggi tetapi bukan bukit atau gunung. Yang secara filosofis diartikan sebagai out put manusia yg ada didalamnya lebih ‘Siap Tampil’ dari yang pada umumnya. Bahwa dgn berilmu dan berpengatahuan dari literatur yg ‘dilahap’.

Tahun 2009 hingga 2011, anggota Komunitas BABUJU ditekankan untuk menguasai literatur yg ada, baik dari buku-buku otobiografi, Journal2 ilmiah, artikel ilmiah maupun kumpulan catatan2 pemikiran para Tokoh. Untuk menjaga eksistensi, setiap anggota wajib menulis Opini dan mempublisnya dikolom-kolom opini media cetak lokal pada waktu itu. Sementara dalam aksinya mengawasi serta mengkritisi kebijakan, aktifis Komunitas Babuju selalu menggunakan aksi agitasi tanpa orasi. Mulai lah Komunitas ini dikenal rasionalitas dan aksiologi nya.

Tahun 2012, Anggota Komunitas mulai merambah bidang seni, budaya yang difokuskan pada Local Wisdom atau Kearifan Lokal. Kebudayaan dan sejarah daerah mulai didalami, sharing kebudayaan dan pentas seni mulai ditunjukan dalam ‘reality show’ nya. Cara Komunitas menjaga eksistensitas sekaligus menarik simpatik sosial.

Seiring berjalannya sang waktu, tahun 2013 disadari sebagai tahun aksi. Tuntutan anggota utk lebih ‘real action’ menjadi pertimbangan. Lalu diputuskan lah untuk mendorong gerakan Relawan Kemanusiaan. Disepakati lah program prioritas dalam menjaga ‘ritme’ gerakan melalui Kegiatan Kemanusiaan. Pendampingan Kemanusiaan dan Pendampingan bagi warga miskin pun mulai dilakukan.

Setidaknya, sejak disepakati bersama terkait gerakan Relawan Kemanusiaan Babuju hingga umur 11 tahun ini, ada puluhan warga miskin yang dibantu untuk dilakukan pendampingan, baik di RSUD Bima, RSUP NTB hingga RS Sanglah Bali.

Menyadari bahwa Pendampingan Kemanusiaan ini adalah gerakan yang serius dan adanya harapan besar dari masyarakat yg tidak mampu, maka tahun 2016 dibentuklah BABUJU CARE CENTRE (BCC) yang melaksanakan kegiatan secara terfokus. Mengelola amanah para Donatur dan memastikan pasien miskin yg didampingi mendapatkan hak penanganan dan pelayanan medis yg semestinya dgn baik dan tepat.

Tuntutan kondisi dan realitas jaman yg terus berubah, Komunitas ini menjadi ‘pincang’ bila dalam derap langkahnya selalu menggantungkan pada kebaikan dan apresiasi org lain semata. Maka, dgn penuh kesadaran atas konsekwensi, pada akhir 2014 digagaslah sebuah kelompok kecil yang mendorong, memotivasi, membangun dan merawat usaha profit Komunitas. Maka dilabeli lah kelompok ini dgn nama BABUJU MANDIRI.

BABUJU MANDIRI memperkenalkan diri dgn kaos sablon yg dibuat secara massal dalam menyambut 2 Abad Tambora pada saat itu. Lalu disusul dgn pengemasan Kopi sekaligus Peluncuran Produk ‘Tambora Redstone Coffee’ pada Maret 2015. Dari saat itulah BABUJU MANDIRI terus mengepakkan sayap, membangun jejaring pasar dan merencanakan unit-unit usaha dan inovasi produk. Modal usaha adalah berasal perputaran laba dari pengembangan usaha sebelumnya.

Baca juga : gerakan-kopi-gratis-dari-babuju-semangati-para-frontline-di-posko-pemeriksaan

11 Tahun Berkiprah di Dana Mbojo, ada banyak cita-cita yang tak mampu dinarasikan dimasa yang akan datang. Ada banyak inovasi yang dirancang dan direncanakan. Ada angan dan harapan yang sangat ingin digapai bersama. Hingga waktu yang akan kemudian menjawab semua itu, pada masanya.

Hati yang bersih akan menghasilkan pikiran yang jernih, pikiran yang jernih akan menghasilkan ide2 yang cemerlang yang mampu menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat bagi kehidupan banyak orang.

Dari pikiran yang jernih kreasi dan inovasi muncul, tidak saja berguna bagi kehidupan diri sendiri, tetapi juga untuk sesama manusia. Hikmah-hikmah tersebut didapati pada lorong kehidupan sepanjang perjalanan yang dilalui.

Pikiran yang jernih akan terbebas dari segala belenggu yang mematikan kreativitas. Pikiran yang jernih akan selalu mencari kebenaran dan menemukan solusi dari setiap masalah kehidupan. Pikiran seperti ini adalah pikiran yang merdeka, yang dibangun dalam wadah ini.

Dirgahayu KOMUNITAS BABUJU ke 11. Pada Pundak mu, asa kami gantungkan…!!


Kota Bima, 20 Mei 2020.

Komentar Facebook